Meulaboh – Sehari Setelah KLB Puluhan usai status Kejadian Luar Biasa (KLB) diumumkan, suasana di Kecamatan Cipongkor masih mencekam.
Meski upaya penanganan telah diperintahkan secara menyeluruh, kenyataan menunjukkan bahwa puluhan pelajar kembali mengalami gejala keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden ini menimbulkan rasa takut dan kegelisahan di kalangan orang tua serta warga setempat.
Di pagi hari, sejumlah siswa kembali dibawa ke fasilitas kesehatan dengan muntah-muntah, mual, pusing, dan sesak napas.
Beberapa sekolah terpaksa ditutup sementara karena khawatir keselamatan siswa terancam.
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/09/23/e996df702ee2e8171ac98eae97f8680b-antarafoto_perawatan_korban_keracunan_mbg_di_kabupaten_bandung_barat_1758604615.jpg)
Baca Juga : Pemerintah Targetkan BBM Baru RI, Biodiesel B50 Berlaku di 2026
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pembangunan Bandung Barat di Desa Sirnagalih diliburkan pada hari kedua setelah kejadian, karena puluhan siswanya terdampak.
Para guru di sekolah itu menyebut bahwa sekitar 45 siswa SMK mengalami gejala, sebagian telah mendapat perawatan di Puskesmas atau rumah sakit.
Namun jumlah korban terus bertambah: pada kasus keracunan terbaru, dilaporkan ada sekitar 220 siswa yang mengeluhkan gejala di rentang siang hari.
Korban tersebut diduga kuat berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pasirsaji, Desa Neglasari, Cipongkor.
Bila digabung dengan kasus sebelumnya, jumlah pelajar yang keracunan mencapai 631 orang.
Data itu mencerminkan bahwa program MBG yang seharusnya membantu mendukung nutrisi anak malah memicu krisis kesehatan pada skala masif.
Dari 411 korban dalam insiden awal, 47 orang masih menjalani rawat inap dan sisanya rawat jalan.
Gejala yang umum muncul antara lain mual, muntah, pusing, sesak napas, sakit perut, demam, hingga diare.
Beberapa korban melaporkan bau tak sedap dari makanan yang mereka santap sebelum muncul gejala keracunan.
Dalam langkah darurat, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat telah mengubah beberapa fasilitas kesehatan dan swasta menjadi ruang penampung korban
Kebutuhan oksigen menjadi prioritas karena banyak siswa yang mengalami gangguan pernapasan akibat reaksi keracunan.
Untuk mendukung penanganan, oksigen dan peralatan medis lainnya didatangkan dari

![sidang-kasus-korupsi-chromebook-muliadetikcom-1765861445172_169[1] Nadiem Masih Dibantarkan](http://livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/sidang-kasus-korupsi-chromebook-muliadetikcom-1765861445172_1691-148x111.jpeg)
![atalia-praratya-tiba-untuk-menghadiri-sidang-tahunan-2025-di-gedung-mprdpr-ri-jakarta-jumat-1582025-1755222748085_169[1] Atalia Praratya](http://livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/atalia-praratya-tiba-untuk-menghadiri-sidang-tahunan-2025-di-gedung-mprdpr-ri-jakarta-jumat-1582025-1755222748085_1691-148x111.jpeg)
![Alur-Pendaftaran-CPMI-PT-Dewi-Pengayom-Bangsa-(1)[1]](http://livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/Alur-Pendaftaran-CPMI-PT-Dewi-Pengayom-Bangsa-11-148x111.jpg)
![IndraSjafri[1]](http://livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/Indra20Sjafri1-148x111.jpg)
![fefehjhk_11zon[1]](http://livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/fefehjhk_11zon1-148x111.jpg)