, ,

Preman yang Resahkan Sopir di Jalinsum MEULABOH Ditangkap!

oleh -341 Dilihat

Meulaboh – Preman yang Resahkan Setelah sekian lama meresahkan para sopir truk dan pengguna jalan di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, seorang preman yang kerap melakukan pemalakan akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian. Penangkapan ini disambut lega oleh warga dan para sopir angkutan barang yang selama ini menjadi korban aksi premanisme di jalur utama tersebut.


Preman yang Resahkan Aksi Premanisme di Jalinsum Meulaboh Berakhir

Preman yang Resahkan
Preman yang Resahkan

Baca Juga :  Mikhail Gorbachev Pemimpin Terakhir Uni Soviet yang Mengubah Arah Sejarah Dunia

Informasi yang dihimpun, pelaku berinisial R (35), warga Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, sudah lama menjadi momok bagi para sopir yang melintas di Jalinsum, terutama di kawasan Simpang Peut hingga Suak Ribe. Modus yang digunakan pelaku terbilang klasik — menghentikan kendaraan dengan alasan “uang jalan” atau “uang keamanan”.

Bagi sopir yang menolak, pelaku tak segan mengancam dengan kata-kata kasar dan tindakan intimidatif. Tidak jarang, ia juga memukul kap mobil atau menendang pintu kendaraan untuk menakut-nakuti korbannya.

Keresahan ini akhirnya sampai ke telinga aparat kepolisian setelah sejumlah sopir melapor ke Polres Aceh Barat. Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari, tim Reskrim akhirnya berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan di salah satu warung kopi di kawasan Meureubo pada Rabu malam (13/11).


Kronologi Penangkapan

Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana, S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim Iptu Dedy Saputra membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, pelaku sudah lama menjadi target operasi karena sering melakukan pemalakan terhadap pengemudi kendaraan logistik yang melintas di jalur tersebut.

“Pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Saat diamankan, ia mengaku telah beberapa kali meminta uang kepada sopir dengan alasan untuk biaya ‘jaga jalan’. Dari tangan pelaku, kami juga menyita sejumlah uang tunai hasil pungutan liar,” ujar Iptu Dedy, Kamis (14/11).

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku melakukan aksinya sendirian dan biasanya beroperasi pada malam hari. Ia memanfaatkan waktu ketika lalu lintas sepi untuk menghentikan kendaraan yang lewat. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya rekan lain yang ikut terlibat.


Sopir: “Kami Akhirnya Bisa Bernapas Lega”

Penangkapan R menjadi kabar gembira bagi para sopir yang selama ini harus menanggung keresahan setiap kali melintas di Jalinsum Meulaboh. Salah seorang sopir truk pasir, Zulfikar (42), mengaku sering dihadang pelaku di jalan.

“Kalau nggak dikasih uang, dia marah-marah. Kadang dia gebrak kap mobil. Kami takut karena malam hari jalan sepi,” ujar Zulfikar yang sudah 10 tahun bekerja sebagai sopir.

Hal senada juga disampaikan oleh Yusuf (36), sopir truk logistik dari Medan. Ia berharap agar penangkapan ini menjadi efek jera bagi pelaku lain yang mencoba melakukan hal serupa.

“Kami kerja cari rezeki halal, bukan untuk dipalak di jalan. Semoga polisi terus patroli agar jalan ini aman,” katanya.


Langkah Tegas Aparat Kepolisian

Kapolres Aceh Barat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan di wilayah hukum Meulaboh. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan praktik pungli atau pemalakan di jalan raya.

“Kami berkomitmen menjaga kenyamanan pengguna jalan. Tidak boleh ada lagi aksi premanisme yang mengganggu keamanan dan ekonomi masyarakat,” tegas AKBP Andi Kirana.

Polisi kini tengah memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku. Ia dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan ancaman kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Selain itu, kepolisian juga berencana meningkatkan patroli malam di sepanjang Jalinsum, khususnya di titik-titik rawan yang kerap dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan jalanan.


Jalinsum Meulaboh: Jalur Vital yang Harus Dijaga

Jalan Lintas Sumatera di wilayah Meulaboh merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan Aceh Barat dengan kabupaten lain seperti Nagan Raya dan Aceh Jaya. Jalur ini setiap hari dilalui oleh ratusan kendaraan logistik, truk pasir, dan bus penumpang.

Sayangnya, di beberapa titik jalan yang sepi dan minim penerangan, sering kali muncul aksi premanisme, pungli, dan pemalakan. Kondisi ini tidak hanya merugikan sopir, tetapi juga menghambat arus distribusi barang yang menjadi urat nadi ekonomi daerah.

Dengan tertangkapnya pelaku, banyak pihak berharap bahwa keamanan di jalur tersebut bisa kembali pulih. Dinas Perhubungan dan Satlantas juga disebut akan berkoordinasi untuk memperkuat pengawasan di jalur vital tersebut, termasuk dengan pemasangan kamera CCTV dan penerangan tambahan.


Respons Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyambut baik langkah cepat aparat kepolisian. Kepala Dinas Perhubungan setempat menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menertibkan titik-titik rawan pungli.

“Kami akan pasang pos pantau sementara dan melakukan patroli bersama. Tujuannya agar para sopir bisa merasa aman dan nyaman saat melintasi jalur ini,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Meulaboh, Tgk. Ridwan, menilai penangkapan pelaku sebagai langkah positif dalam menegakkan ketertiban.

“Kami berharap, setelah ini tidak ada lagi orang yang mencari uang dengan cara menakuti dan memeras. Masyarakat Aceh Barat ingin hidup damai dan tertib,” katanya.


Kesimpulan

Penangkapan preman yang meresahkan sopir di Jalinsum Meulaboh menjadi bukti nyata kesigapan aparat dalam menjaga keamanan di jalan raya. Aksi cepat kepolisian tidak hanya memberi rasa aman bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi peringatan bagi siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban umum.

Dengan langkah tegas ini, masyarakat berharap Jalinsum Meulaboh kembali menjadi jalur yang aman, tertib, dan bebas dari aksi premanisme — tempat para sopir bisa bekerja mencari nafkah tanpa rasa takut.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.