, ,

Khatib dan Imam Shalat Jumat di Aceh Barat

oleh -1616 Dilihat

Meulaboh – Khatib dan Imam Suasana religius tampak menyelimuti berbagai masjid di Kabupaten Aceh Barat saat umat Islam melaksanakan ibadah Shalat Jumat.

Seperti biasanya, setiap pekan pemerintah daerah melalui Dinas Syariat Islam merilis daftar khatib dan imam Shalat Jumat di sejumlah masjid.

Daftar tersebut membantu masyarakat untuk mengetahui siapa yang akan menyampaikan khutbah dan memimpin shalat.

Hal ini penting karena banyak jamaah yang memilih masjid berdasarkan khatib yang dijadwalkan, terutama saat tema khutbah dianggap relevan.

Khatib dan Imam
Khatib dan Imam

Di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, khatib Jumat kali ini adalah Tgk. H. Muhammad Yusuf, seorang ulama karismatik setempat.

Baca Juga : Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

Sementara imamnya adalah Ustaz H. Zainuddin, yang juga merupakan pengajar di salah satu pesantren terkemuka di Aceh Barat.

Keduanya dikenal memiliki gaya penyampaian yang menenangkan serta mampu menarik perhatian jamaah dengan pesan-pesan dakwah yang menyentuh.

Tema khutbah yang diangkat kali ini adalah “Menjaga Silaturahmi sebagai Bagian dari Iman”.

Dalam khutbahnya, khatib menekankan pentingnya hubungan antarumat Islam, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Ia mengutip berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi SAW yang menganjurkan umat Islam untuk memelihara silaturahmi dan menjauhi permusuhan Jamaah terlihat khusyuk

Tidak hanya di masjid agung, masjid-masjid gampong (desa) juga

Di Masjid Al-Muttaqin Gampong Rundeng, khatib yang bertugas adalah Tgk. Nurul Ikhsan, seorang da’i muda lulusan Timur Tengah.

Ia menyampaikan khutbah dengan tema “Pemuda Islam dan Tantangan Zaman Modern”.

Dalam khutbahnya, ia mengajak generasi muda untuk tetap teguh pada nilai-nilai Islam di tengah gempuran era digital dan pergaulan bebas.

Sementara imam shalat di masjid tersebut adalah Ustaz Jalaluddin, yang juga bertugas sebagai imam tetap di masjid tersebut.

Penjadwalan ini bertujuan menjaga kualitas khutbah dan memperluas sebaran dakwah ke berbagai lapisan masyarakat.

Pemerintah daerah juga kerap mendorong para dai untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah yang menyentuh isu sosial dan pembangunan karakter umat.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.