meulaboh – Honorer PDAM OKU terjadi di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, pada Sabtu, 29 November 2025, ketika seorang pegawai honorer di PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) OKU Selatan ditemukan meninggal dunia dengan cara tragis. Dani Prasetyo, seorang honorer berusia 34 tahun, diduga bunuh diri setelah menenggak pestisida di kediamannya. Kejadian ini menggemparkan warga sekitar yang tak menyangka bahwa Dani, yang dikenal ramah dan baik hati, akan melakukan tindakan nekat tersebut.
Honorer PDAM OKU Penemuan Tragis
Kejadian ini bermula pada pagi hari, ketika keluarga Dani merasa khawatir karena korban tidak terlihat seperti biasanya. Setibanya di rumah, mereka mendapati Dani dalam kondisi tergeletak di lantai dengan mulut berbusa, tanda-tanda keracunan jelas terlihat. Dengan cepat, keluarga mencoba membawa Dani ke rumah sakit terdekat di Kecamatan Muaradua, namun sayangnya, nyawanya tidak tertolong.
Kapolsek Muaradua, AKP Rudi Hartono, yang dikonfirmasi mengenai peristiwa ini menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. “Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga mengonsumsi pestisida yang biasa digunakan untuk bertani. Kami masih mendalami lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini,” ujar Rudi.

Baca Juga : Anak 12 Tahun yang Tenggelam di Sungai Bungo Ditemukan Tewas
Sebelum kejadian, Dani tampak tidak menunjukkan tanda-tanda akan melakukan tindakan bunuh diri. Keluarga korban bahkan mengungkapkan bahwa mereka tidak mengetahui adanya masalah besar yang sedang dihadapi Dani. “Dani adalah orang yang baik, tidak pernah menunjukkan tanda-tanda stres yang mendalam,” ungkap Bapak Joko Prasetyo, ayah korban, yang masih dalam kondisi syok.
Motivasi Dibalik Bunuh Diri Masih Misterius
Hingga kini, motif dibalik tindakan tragis yang dilakukan Dani masih menjadi tanda tanya. Beberapa teman dekatnya mengungkapkan bahwa Dani dalam beberapa hari terakhir memang terlihat lebih pendiam dan tidak seperti biasanya, tetapi tidak ada yang menyangka bahwa itu adalah tanda dari sebuah masalah yang lebih besar.
Siti Nurjanah, seorang teman dekat yang bekerja bersama Dani di PDAM OKU Selatan, menyatakan bahwa dia sempat berbicara dengan Dani beberapa hari sebelum kejadian, dan tidak ada indikasi bahwa Dani sedang mengalami masalah besar. “Dia terlihat agak murung, tapi saya pikir itu hanya masalah pribadi biasa. Kami tidak pernah menyangka dia akan mengambil keputusan seperti ini,” ujar Siti, dengan nada penuh kesedihan.
Sementara itu, Diana, tetangga korban yang juga cukup dekat dengan Dani, menyebutkan bahwa selama ini Dani dikenal sebagai sosok yang periang dan tidak pernah mengeluh. “Kami sangat kaget, karena selama ini dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda sedang tertekan atau mengalami masalah yang berat,” kata Diana.
Keluarga Terkesan Tidak Ada Tanda Stres
Ibu korban, Siti Rahmawati, juga mengungkapkan bahwa tidak ada perubahan yang mencolok pada diri Dani sebelum kejadian. “Dani terakhir kali berbicara dengan kami seperti biasa. Tidak ada yang menunjukkan bahwa dia sedang dalam tekanan. Kami benar-benar tidak menyangka dia akan melakukan ini,” ungkapnya, dengan mata berkaca-kaca.
Meskipun begitu, pihak keluarga menduga bahwa mungkin ada perasaan tertekan yang tidak diketahui oleh mereka, yang mempengaruhi keputusan tragis tersebut. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Dani memang beberapa kali bercerita tentang pekerjaannya yang penuh dengan tuntutan, namun tidak ada indikasi bahwa pekerjaan tersebut adalah faktor utama yang mempengaruhi keputusannya untuk mengakhiri hidupnya.
Tanggapan PDAM OKU Selatan
Pihak PDAM OKU Selatan pun turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian ini. Direktur PDAM OKU Selatan, Heri Susanto, menyatakan bahwa pihaknya sangat terkejut dengan kejadian tersebut, mengingat Dani adalah salah satu karyawan yang berdedikasi dan berprestasi dalam pekerjaannya. “Kami merasa sangat kehilangan. Dani adalah salah satu pegawai yang dikenal sangat baik dan rajin. Tidak ada tanda-tanda bahwa ia menghadapi kesulitan besar,” ujar Heri dalam pernyataan resmi.
PDAM OKU Selatan juga berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, termasuk dalam proses pemakaman dan bantuan lainnya yang diperlukan. “Kami sangat menyayangkan kejadian ini, dan kami akan memastikan keluarga korban mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan. Kami juga akan melakukan evaluasi terkait dengan masalah kesehatan mental di tempat kerja kami,” tambah Heri.

![sidang-kasus-korupsi-chromebook-muliadetikcom-1765861445172_169[1] Nadiem Masih Dibantarkan](http://livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/sidang-kasus-korupsi-chromebook-muliadetikcom-1765861445172_1691-148x111.jpeg)
![atalia-praratya-tiba-untuk-menghadiri-sidang-tahunan-2025-di-gedung-mprdpr-ri-jakarta-jumat-1582025-1755222748085_169[1] Atalia Praratya](http://livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/atalia-praratya-tiba-untuk-menghadiri-sidang-tahunan-2025-di-gedung-mprdpr-ri-jakarta-jumat-1582025-1755222748085_1691-148x111.jpeg)
![Alur-Pendaftaran-CPMI-PT-Dewi-Pengayom-Bangsa-(1)[1]](http://livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/Alur-Pendaftaran-CPMI-PT-Dewi-Pengayom-Bangsa-11-148x111.jpg)
![IndraSjafri[1]](http://livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/Indra20Sjafri1-148x111.jpg)
![fefehjhk_11zon[1]](http://livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/fefehjhk_11zon1-148x111.jpg)