, ,

Banjir Rendam Enam Desa di Aceh Barat, Polsek Sungai Mas Bersama TNI Sigap Amankan Akses Warga

oleh -330 Dilihat

Meulaboh – Banjir Rendam Enam melanda Kabupaten Aceh Barat kembali mengganggu kehidupan warga di sejumlah desa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan enam desa di Kecamatan Sungai Mas terendam air.

Ketinggian air yang mencapai lebih dari 1 meter menggenangi pemukiman warga, merusak fasilitas umum, dan menghalangi akses transportasi.

Untuk mengatasi situasi darurat ini, Polsek Sungai Mas bersama TNI setempat segera bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warga dan menjaga akses transportasi yang vital.

Banjir Rendam Enam yang datang secara tiba-tiba ini menyebabkan banyak warga terjebak di rumah mereka. Beberapa jalan utama menuju desa-desa yang terisolasi tidak dapat dilalui kendaraan karena tergenang air.

 Oleh karena itu, petugas dari Polsek Sungai Mas bekerja sama dengan anggota TNI untuk melakukan pengamanan dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Mereka juga memastikan agar distribusi bantuan bisa sampai ke lokasi yang terdampak.

Fakta 1: Banjir Rendam Enam Desa Terendam, Banyak Warga Terjebak di Rumah

Banjir Rendam Enam
Banjir Rendam Enam

Baca Juga :  Polres Aceh Barat Intensifkan Patroli Cipta Kondisi untuk Jaga Stabilitas Kamtibmas

Banjir yang melanda Aceh Barat kali ini menggenangi pemukiman di enam desa di Kecamatan Sungai Mas. Desa-desa yang terdampak adalah Desa Blang Panyang, Desa Seunebok Keumuning, Desa Matang Seupeng, Desa Peunaga Cut, Desa Ujong Rimba, dan Desa Simpang Beutong.

Ketinggian air bervariasi antara 50 cm hingga 1,5 meter, tergantung lokasi dan topografi wilayah.

Menurut laporan dari Kepala Desa Seunebok Keumuning, Zulkifli, hujan deras yang turun selama lebih dari 8 jam menyebabkan air sungai yang melintas di sekitar desa meluap dan masuk ke rumah-rumah warga.

Banyak rumah yang terendam hingga setinggi dada orang dewasa. “Air datang begitu cepat, banyak warga yang kesulitan menyelamatkan barang-barang berharga.

Sebagian besar warga memilih untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tempat yang lebih tinggi,” kata Zulkifli.

Selain merendam rumah, banjir juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti jembatan dan jalan raya. Beberapa jembatan yang menghubungkan antar desa terputus, sehingga akses ke beberapa daerah menjadi sangat terbatas. Warga yang ingin keluar dari desa harus menunggu bantuan untuk bisa dievakuasi.

Fakta 2: Polsek Sungai Mas dan TNI Sigap Bantu Evakuasi Warga

Sebagai respons cepat terhadap bencana ini, Polsek Sungai Mas dan TNI yang berada di bawah komando Kodim 0105/Aceh Barat langsung bergerak melakukan pengamanan dan evakuasi warga.

Tim gabungan mengerahkan sejumlah personel untuk menyisir wilayah yang terendam banjir dan memberikan bantuan kepada warga yang terjebak.

Kapolsek Sungai Mas, AKP Ramli, menjelaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan warga yang terjebak di rumah-rumah yang terendam air dapat segera dievakuasi.

“Kami bersama anggota TNI bergerak cepat untuk menyelamatkan warga. Kami juga membuka posko-posko pengungsian di beberapa titik untuk menampung warga yang terdampak,” ujar Ramli.

Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan kendaraan off-road yang mampu melewati medan berat.

Warga yang tinggal di daerah dataran rendah dan terisolasi menjadi prioritas untuk dievakuasi terlebih dahulu.

 Tim gabungan juga menyediakan bantuan logistik, seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan bagi warga yang mengungsi.

Fakta 3: Distribusi Bantuan Terhambat Akses Jalan yang Putus

Akses jalan yang terendam dan jembatan yang rusak menyebabkan distribusi bantuan menjadi terhambat. Sebagian besar jalur transportasi menuju desa-desa yang terdampak banjir terputus, sehingga tim evakuasi harus bekerja ekstra keras untuk mengantarkan bantuan ke lokasi-lokasi yang lebih sulit dijangkau.

“Jalan-jalan utama terendam dan beberapa jembatan yang menghubungkan desa-desa ini putus. Kami harus mengandalkan kendaraan roda dua atau perahu untuk sampai ke lokasi yang lebih dalam,” ungkap Sersan Mayor TNI, Dedi, yang ikut dalam tim evakuasi.

Meskipun ada kendala dalam distribusi bantuan, upaya dari Polsek Sungai Mas dan TNI terus dilakukan dengan semangat gotong-royong. “Kami akan tetap berusaha sekuat tenaga untuk membawa bantuan kepada warga yang membutuhkan, meskipun medan yang dilalui sangat berat,” ujar Dedi.

Fakta 4: Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Bergerak Cepat Menangani Dampak Banjir

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) juga turut serta dalam upaya penanganan bencana ini. BPBD Kabupaten Aceh Barat langsung mengirimkan tim ke lokasi-lokasi terdampak untuk memberikan bantuan, serta memetakan kerusakan yang terjadi akibat banjir. Selain itu, mereka juga membuka posko darurat di beberapa titik strategis untuk membantu menampung warga yang mengungsi.

Wakil Bupati Aceh Barat, T. Zulkarnain, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan bantuan bisa sampai kepada masyarakat dengan cepat. “Kami mengimbau agar warga yang terdampak banjir tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas. Pemerintah daerah akan terus bekerja keras untuk membantu pemulihan pasca-bencana ini,” ungkap Zulkarnain.

Selain bantuan logistik, BPBD juga menyediakan tenda darurat, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai lembaga sosial dan relawan untuk mempercepat proses distribusi bantuan.

Fakta 5: Warga Diimbau Waspada Terhadap Potensi Banjir Susulan

Meskipun cuaca sempat reda pada hari Senin (25/11/2025), BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memperingatkan bahwa curah hujan masih berpotensi tinggi di wilayah Aceh Barat. Oleh karena itu, warga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Kapolsek Sungai Mas, AKP Ramli, menambahkan bahwa pihaknya telah mengimbau kepada warga untuk menjaga kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah sekitar sungai dan daerah rawan banjir. “Kami minta warga untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari petugas dan waspada terhadap curah hujan yang masih tinggi,” jelasnya.

Pihak Polsek dan TNI juga melakukan patroli secara rutin di sekitar wilayah terdampak untuk memastikan tidak ada lagi warga yang terjebak atau tertinggal di daerah yang terisolasi.

Kesimpulan: Kerja Sama Masyarakat, TNI, dan Polisi Jadi Kunci Penanggulangan Bencana

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.